Thursday, April 10, 2008

Puisi Tanpa Suara...



apa yang ada pada hati...
hanya kerdipan sinar cahaya gemerlapan...
bicara hati terus beralun-alunan...
dalam turun naik emosi di kesiangan dan malaman...

dahi menyentuh bumi yang suci...
tanda penyerahan sang hamba kepada Ilahi...
tiada apa yang disembunyi di hadapan hazratNya...
segalanya terbongkar pada ZatNya yang Agung...

bersucilah wahai hamba-hamba...
selagi detik masih berlari di hadapan kita...

berserahlah wahai kekasih-kekasihNya...
selagi ada turun naik nadi di dada...

memang itu adat berkasih-kasihan...
memang itu adat rindu-rinduan...

2 comments:

Anonymous said...

Rintihan kekasih pada yang SATU, keabadian kasih hanya pada yang SATU. Mengadu nasib pada yang SATU. Mampukah hati ini terus bertahan menangani kehidupan yang penuh kepuraan dan dusta....

Sifu Mirza said...

kepuraan dan kedustaan dalam hidup hanya 'fatamorgana' yang akan lenyap tatkala terik sang suria...

berkasih hanya pada yang Satu...yang pastinya tiada kepuraan dan kedustaan...

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails